Selasa, 29 Maret 2016

Hukum Alkohol Sebagai Campuran Obat / Parfum

Posted by Nis |

Bismillah..
Segala puji kepunyaan Allah Ta'ala.


📚Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin  dalam Asy-Syarhul Mumti’ (6/178) cetakan Darul Atsar, berkata:

“Bagaimana menurut kalian tentang sebagian obat-obatan yang ada pada masa ini yang mengandung alkohol, terkadang digunakan pada kondisi darurat?


Obat modern.   via: kendhilkencana.blogspot.com

Kami nyatakan:

💊Menurut kami, obat-obatan ini tidak memabukkan seperti mabuk yang diakibatkan oleh khamr, melainkan hanya berefek mengurangi kesadaran penderita dan mengurangi rasa sakitnya.

💉Jadi ini mirip dengan obat bius yang berefek menghilangkan rasa sakit (sehingga penderita tidak merasakan sakit sama sekali) tanpa disertai rasa nikmat dan terbuai.

🔖Telah diketahui bahwa hukum yang bergantung pada suatu ‘illah(sebab), jika ‘illah(sebab) tersebut tidak ada maka hukumnya pun tidak ada.

🔑Nah, selama ‘illah suatu perkara dihukumi khamr adalah “memabukkan”, sedangkan obat-obatan ini tidak memabukkan, berarti tidak termasuk kategori khamr yang haram. Wallahu a’lam.

🔍Wajib bagi kita untuk mengetahui perbedaan antara pernyataan:
“Sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram”
dengan pernyataan:
“Sesuatu yang memabukkan dan dicampur dengan bahan yang lain maka haram.”

No khamr.  via: www.online-instagram.com


📌Karena pernyataan yang pertama artinya minuman itu sendiri (adalah merupakan khamr), apabila anda minum banyak tentu anda mabuk, dan apabila anda minum sedikit maka anda tidak mabuk, namun Rasulullah  mengatakan “Sedikitnyapun haram.” (Kenapa demikian padahal yang sedikit tersebut tidak memabukkan?) Karena itu merupakan dzari’ah (artinya bahwa yang sedikit itu merupakan wasilah/ perantara yang akan menyeret pelakunya sampai akhirnya dia minum banyak, sehingga diharamkan).

📌Adapun mencampur dengan bahan lain dengan perbandingan kadar alkoholnya sedikit sehingga tidak menjadikan bahan tersebut memabukkan maka yang seperti ini tidak mengubah bahan tersebut menjadi khamr (yang haram). Jadi ibaratnya seperti benda najis yang jatuh ke dalam air (tapi kadar najisnya sedikit) dan tidak menajisi (merusak kesucian) air tersebut (karena warna, bau, ataupun rasanya tidak berubah) maka air tersebut tidak menjadi najis karenanya (tetap suci dan mensucikan).”
_______________________________
       20 Jumadil Akhir 1437
🌀Daarul Hadits Al Bayyinah🌀
               Sidayu Gresik
              Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊

   🔵Channel Telegram UI🔵
         http://bit.ly/uimusy


---------------------------------------------------------


Perfume.   via: www.majalahkita.net

Hukum tersebut di atas juga berlaku terhadap parfum ber-alkohol. Sama halnya dengan obat2an beralkohol, parfum yang mengandung alkohol pun tidak dihukumi haram.

Alkohol dalam kimiawi itu ada 3 macam. Pertama adalah yang punya gugusan fungsional ‘_OH’, yg ke-dua: yg kita sebut dengan ethanol, dan yang ke-tiga: yang kita sebut dengan minuman beralkohol. Untuk dua yang pertama ini, ethanol sendiri sebenarnya adalah zat murni, asalnya itu bukan khamr, malah jatuhnya adalah racun. Sama dengan penyemprot nyamuk lah. Kalau diminum tidak memabukkan, keracunan lha iya.

Sedangkan kita tahu, kata Rasulullah; ‘setiap yang memabukkan, itu khamr’. Standarnya itu adalah memabukkan. Sedangkan parfum itu tidak memabukkan (kalau tidak percaya, bisa dicoba diminum itu parfumnya,, mabuk tak.? :D), pun pemakaiannya adalah di luar tubuh. Nah, untuk pemakaian dalam tubuh, misalkan obat batuk, ada batasannya berapa persen yang diperbolehkan. Dan kalau ada yang bilang kalau alkohol itu najis, yang dimaksud najis adalah minuman beralkohol, sedangkan zat kimia alkohol dari asalnya tidak bisa dikatakan najis. Wallahu a’lam. Sumber


Jauhi keduanya.   via: www.gambarislam.com







-----Jakarta, 29 Maret 2016-----
menjelang Ashar

Kamis, 24 Maret 2016

Wahai laki-laki, makan tuh cantik !

Posted by Nis |

Bismillah...
Segala pujian milik Allah Ta'ala.

“Kenapa sih, laki-laki kalau mau nyari jodoh pasti ada kata-kata cantik? Minimal 8,5 katanya. Padahal kalau lihat mukanya, wanita muslimah pasti pada mau ... (maaf), mau muntah.”

“Laki-laki ini perlu kita blacklist, kita kasih tahu semua muslimah di sini sama di kota-kota lain, masa’ sudah nazhar (melihat calon istri), trus katanya sudah ‘insya Allah’, trus testimoni beberapa orang juga muka mereka sekufu, eh ... dia batalin tiba-tiba. Ada juga laporan dari muslimah kota sebelah, wanita itu mantan fotomodel yang taubat. Ternyata, dia maju ta’aruf juga, trus mau maju nikah sama wanita itu.”

 Wajah vs hati.  via; http://gambaru.me/gambar-kata-kata-mutiara-cinta/

“Saudariku, saya kecewa dengan laki-laki di sini. Mengapa mereka membawa buku wisuda kampus ke masjid, kemudian melihat foto-foto para wanita ramai-ramai? Pake banding-bandingin segala. Saya tahu dari adik laki-laki saya, saya gak tahu apakah mereka akan mengintip di balik monitor internet.”

Tidakkah kalian, wahai para lelaki, mendengar keluhan hati para wanita? Jika kecantikan adalah segalanya, maka sungguh Allah tidak adil. Tetapi, sekali-kali tidak! Allah Maha Adil. Kecantikan diciptakan sebagaimana rezeki berupa anak, karena ia adalah ujian dan penghias dunia. Okelah jika kalian berparas setengah Nabi Yusuf ‘alaihisallam, baru kalian bisa mencari yang cantik nan shalihah. Atau kalian banyak hafalan Al-Qur’an dan hadits serta menguasai ilmu fiqih yang luas.

Apakah kalian, wahai para lelaki, tidak tahu ada ulama yang memakruhkan menikahi wanita yang terlalu cantik? “Makruh hukumnya menikahi wanita yang terlalu cantik karena dua pertimbangan: Pertama, biasanya wanita yang terlalu cantik itu memiliki sifat sombong karena kecantikannya. Kedua, terlalu banyak mata yang melirik kepadanya.” (Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin, 3:270)

Akan tetapi, ini pendapat salah satu ulama saja. Tidak mengapa lelaki mencari yang cantik, tetapi hendaklah si lelaki juga melihat kualitas dirinya dan hendaknya dia jangan ngoyo.




Buku: Terlanjur Cinta

Karya: Raehanul Bahraen

----------------------------------------------------------------------------


Gombalun. via; gambaru.me


Yeaaahhh,,, lagi-lagi masalah rupa, sodara-sodara. Tapi memang, karena fitrah nya mata ini sukanya melihat yang indah-indah. Khususon dalam mencari  pasangan, para pria-lah biasanya yang kebanyakan seringnya menilai wanita dari ke-elokan parasnya. Bukan berarti para wanita tidak seperti itu, tapi dari yang pernah saya dengar, bahwa sifat para wanita itu lebih mengedepankan kenyamanan ketimbang ketampanan. Hmmm kalau saya sih... mmm gimana ya.. sepertinya panas2 begini, es enak nih. #ngelEs.com

Permisalannya seperti ini, kalau pria disuruh milih antara wanita yang pendiem, sabar, kalem, penurut, suka menabung tapi parasnya biasa-biasa, dengan wanita yang cerewet, sukanya shoping ini-itu (boros), kalau dibilangin suka bantah, teledor, tapi cantikkk. Pilih mana kira2.? Hmmm yang cantik lah.... Kebanyakan akan lihat cantikknya dulu, kekurangan2 lain tidak begitu diperhatikan. Ah,, ini sering terjadi di kehidupan nyata. Memang lah fakta dan realita, bukan gosip semata. #opo to...?!

Nah sedangkan; wanita itu kalau disuruh milih antara pria yg guanntengnya poll2an tapi galak + pemarah + cuek + ganjen, dengan pria yang biasa-biasa aja tapi sabar, penyayang, bertanggung jawab,. Pasti milihnya pria yang biasa-biasa saja. Ya memang wanita kebanyakan lebih mementingkan perasaan. Yang lebih membuat hati nyaman, bahagia, ini yang lebih diutamakan.

My MOM is the best. via; twitter.com 

Wejangan dari ibu saya setiap diskusi masalah prjodohan, yang diulang2 beliau ya itu,, ‘semoga yang sholeh, baik hatinya, sayang kepada istri dan keluarga, bertanggung jawab, sabar, de-es-be’. Kalau saya tulis semua isi wejangannya ibuk, satu buku setebal novel ay*t-ay*t *inta mungkin belum cukup. Bahkan bisa sampae sekuel 5 baru tuntas. Dan tak satu kalipun beliau menyebut kata ‘ganteng’ dalam doa wejangannya yang puanjang dan diulang-ulang tersebut.

Ya memang, watak pria dan wanita pada umumnya seperti itu. Wajar. Kembali kepada masing-masing pribadi yang menjatuhkan pilihan. Dan sebaik-baik pilihan adalah apabila Allah Ta’ala yang memilihkan.

So, manut kepada Sang Maha Pemberi, moga yang terbaik bagi diri. Yakin lah, doa seorang ibu itu adalah salah satu doa yang mustajab, langsung tersampai tanpa terhijab. Dan juga, sungguh Allah Maha Pengijabah doa setiap hamba. Jika digabungkan antara doa tulus seorang hamba ditambah doa mustajabnya ibunda,, ahayy pastinya luarrr biasa. Betul tak, sodara-sodara.? #yang nulis lagi mempraktekkan, wkwkwk.

Begitu lah rumusnya. Bersungguh2 dalam berdoa, tak lupa sekuat tenaga berusaha (terus2 memperbaiki diri), insyaAllah Allah tak akan menyia2kan setiap doa dan ikhtiar kita. Nah kalau ditambah dengan meminta restu orangtua, khususon kepada ibunda, maka bukankah itu bisa lebih memperlancar dikabulnya pinta. Tetap semangat yaw..!


 Perhatikan patokan dalam memilih.  via; www.ummi-online.com


Kesimpulan; wahai para pria, mengapa kau sukanya mementingkan rupa? Kami para wanita yang merasa biasa2 saja, pun jadi males dengan lalaki macam kalian. Marilah ikut kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi assalam, bahwa yang utama itu tak lain adalah agama.! Wallahu ta’ala a’lam. Semoga kita semua mendapatkan yang terbaik, menurut Allah Ta’ala. Amiin.






-----Jakarta, 24 Maret 2016-----
meja kerja, 16:49

Kamis, 11 Februari 2016

Hilangnya KECEMBURUAN

Posted by Nis |

Bismillah..
Segala puji milik Allah Ta’ala.


Asy Syeikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin:
Aku berpendapat wajibnya seorang muslim untuk memiliki kecemburuan terhadap mahrom mereka dari istri, anak wanita, saudara wanita, bahkan terhadap ibu mereka.

Dan hendaknya dia berusaha agar jangan sampai wanita yang menjadi mahromnya pergi sendirian.


Jealousy.   Via: http://terselubung.in/10-cara-mengatasi-cemburu/


Terlebih jika mereka wanita yang masih muda kemudian pergi ke pasar dan mereka berdesak -desakan dengan kaum lelaki, ini adalah sesuatu yang membahayakan atas mereka dan yang lainnya.

Wanita adalah fitnah yang bisa membuat dia terfitnah atau membuat para lelaki terfitnah dengan mereka.

Hendaknya dalam kondisi yang seperti ini untuk seorang laki laki menemani wanita yang menjadi mahromnya.

Tetapi sangat disayangkan kecemburuan itu sudah mati pada kebanyakan manusia.

Tidakkah kalian mengetahui bahwa seorang laki laki datang kepada penjahit kemudian yang mendatangi penjahit itu justru wanita (mahrom si laki laki) kemudian wanita itu yang berbicara dengan penjahit itu sekehendaknya, dan si laki laki duduk di mobil tidak mendampingi wanita yang menjadi mahromnya tadi.

Yang demikian ini menunjukkan LEMAHNYA KEIMANAN DAN MATINYA KECEMBURUAN.


It means.   Via; http://jomblogger.net/2014/04/20


Bagaimana kamu melihat dirimu di dalam mobil sedangkan istrimu atau anak perempuanmu atau saudarimu sedang berbicara dengan penjahit, yang mana bisa saja dia berbicara dengan pembicaraan yang engkau tidak tau apakah pembicaraan itu adalah sesuatu yang dibolehkan atau pembicaraan yang harom, terkadang dia berbicara dengan ucapan yang lembut sehingga dia terjatuh kepada sesuatu yang dilarang oleh Allah, sebagaimana didalam firmannya:

"Janganlah kalian melembutkan ucapan kalian sehingga menjadi senang orang yang didalam hatinya ada penyakit" (QS. Al-Ahzab: 32)

Ini adalah fitnah yang besar.

Maka wajib bagi setiap muslim untuk menjaga keluarganya, dan hendaknya mereka punya KECEMBURUAN untuk tidak bermudah mudahan dengan hal hal yang seperti ini.


WA syarhussunnah linnisa’


••••••••••••••••••••••••••


Cemburu itu tanda cinta. Tentu cemburu yang positif, yang lebih ke arah menjaga orang2 yang kita sayangi dari hal-hal buruk. Bukan berarti posesif, yang cemburunya berlebihan. Ingat, segala sesuatu apabila berlebihan itu ujungnya bisa berdampak tidak baik, malah memberi mudharat. Maka dari itu, ikuti selalu rambu2 yang telah disyari’atkan, agar senantisa dalam berkah dan kebaikan.

Salah satu hikmah diharamkannya memakan babi. Saya pernah baca artikel mengenai sebuah penelitan. Satu ekor babi betina dan dua ekor babi jantan ditempatkan dalam satu kandang. Lalu satu ekor ayam betina dengan 2 ekor ayam jantan juga ditempatkan dalam satu kandang. Pastinya beda kandang dengan si babi.


Cemburu menguras jamban.  Via; http://blogsegitiga.blogspot.co.id/2014/06/10


Apa yang terjadi.? Yang ayam2 tadi, dua ayam jantan tadi bertarung hebat demi memperebutkan sang betina. Seru. Dua-dua nya berdarah, riuh ber-kokok betok adu kekuatan. Hingga ahirnya salah satu ayam jantan tersebut mengibarkan bendera putih tanda mengakui kekalahan #gak gitu juga keless.

Nah, sementara di kandang babi,, si babi2 jantannya bukannya bertarung mati-matian seperti ayam, malah yang satu membantu yang satunya lagi untuk mengawini babi betina. Jadi ganti-gantian gitu deh. Astaghfirullah..

Begitulah di katakan, orang-orang yang di negaranya mayoritas pemakan babi, akhlak mereka -seperti babi-. Hilang sudah rasa cemburu di hati mereka. Melihat istrinya ber-cipika-cipiki dengan lawan jenis yang bukan mahrom, menganggapnya sudah biasa, pun sebaliknya. Lalu ketika anak perempuannya pergi2 entah kemana dengan pacarnya, juga sudah dianggap biasa. Na’udzubillah.

Cemburu tanda cinta.  Via; http://www.cintaquran.com/cemburu-itu-cinta.htm


Cemburu yang baik, yang didasari oleh iman dan ketakwaan. Dengan menjaga keluarga kita agar tidak terjerumus dalam lembah dosa yang menyesatkan. Dan senantiasa membersamai mereka di jalan cinta para pejuang #kog sampe situ ya.  :D






-------Jakarta, 11 Februari 2015-------
menjelang 'asar

Rabu, 10 Februari 2016

ISTIGHFAR Untuk Kedua ORANG TUA

Posted by Nis |

Bismillah..
Segala puji milik Allah Ta’ala.

=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=

 Rasulullah Shollallaahu Alaihi Wasallam Bersabda:

لَكَ وَلَدِكَ بِاسْتِغْفَارِ فَيُقَالُ هَذَا أَنَّ فَيَقُولُ الْجَنَّةِ فِي دَرَجَتُهُ لَتُرْفَعُ الرَّجُلَ إِنَّ

"Sesungguhnya Seseorang Ditinggikan Derajatnya di Surga (kemudian dia heran dan berkata) Mengapa bisa sampai tingkatan ini? Dikatakan kepadanya: itu disebabkan Permohonan Ampunan (Istighfar) Anakmu Untukmu." (H.R Ibnu Majah).

Istighfar dari Seorang Anak untuk Orangtuanya bisa Menyebabkan Orangtua tersebut Naik Derajatnya.


Doa untuk kedua orang tua.  Via: https://sindulintangismoyo.wordpress.com/2015/06/08/doa-untuk-kedua-orang-tua/


Nabi Nuh Tidak Melupakan Istighfar untuk Kedua Orangtuanya dalam Doa :

وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ مُؤْمِنًا بَيْتِيَ دَخَلَ وَلِمَنْ وَلِوَالِدَيَّ لِي اغْفِرْ رَبِّ

"Wahai Tuhanku Ampunilah Aku, dan Ampunilah Orangtuaku serta Orang-orang yang Masuk ke Rumahku dengan Beriman dan Semua Orang yang Beriman Laki-laki dan Perempuan..." (Q.S Nuh:28).

Sahabat Nabi Abu Hurairah juga Berdoa :

لَهُمَا اسْتَغْفَرَ وَلِمَنِ وَلِأُمِّى ةَ هُرَيْرَ لِأَبِى اغْفِرْ اللَّهُمَّ

 "Ya Allah, Ampunilah Abu Hurairah dan Ibuku, dan Ampunilah Orang-orang yang Beristighfar untuk Keduanya." (H.R alBukhari dalam alAdabul Mufrad).


Sahabat Nabi Hudzaifah Ibnul Yaman -Kepercayaan Nabi dalam Menyimpan Rahasia- juga pernah Meminta kepada Nabi :

وَلِأُمِّي لِي فَاسْتَغْفِرْ

"Mintakanlah Ampunan Untukku dan Ibuku."

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kemudian Bersabda :

وَلِأُمِّك حُذَيْفَةُ يَا لَكَ اللَّهُ غَفَرَ

"Semoga Allah Mengampunimu Wahai Hudzaifah dan Ibumu." (H.R Ahmad).



Tidak Berlaku Jika Orangtua Kafir

Istighfar kepada Orangtua tidak Diperkenankan jika Orangtua Meninggal dalam Keadaan Kafir. Sebagaimana Nabi Ibrahim Dilarang untuk Memohonkan Ampunan bagi Ayahnya yang Kafir. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga Dilarang oleh Allah untuk Beristighfar bagi Bundanya :

Dari Abu Hurairah Radliyallahu Anhu ia Berkata: Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam pernah Berziarah ke Kubur Ibunya kemudian Beliau Menangis, sehingga Menangislah para Sahabat lain di sekeliling Beliau. Kemudian Beliau Bersabda : "Aku Meminta Ijin kepada Tuhanku untuk Mengampuninya (Ibunda Nabi) tapi Tidak Diijinkan. Kemudian Aku Meminta Ijin (kepada Allah) untuk Berziarah ke Kuburnya, Diijinkan. Maka Berziarahlah ke Kubur, karena Hal itu Mengingatkan kepada Kematian." (H.R Muslim).

Pelajaran Penting : Kita Bersedih sebagaimana Sedihnya Rasulullah Shollallaahu Alaihi Wasallam yang Menangis pada Waktu itu.

Namun, Pelajaran Penting yang bisa Dipetik di antaranya adalah : Bahwa Seseorang tidak Bisa Berharap dari Keturunan/Nasab. Sebaik-baik apapun Nasabnya, Sedekat apapun Kekerabatannya dengan Manusia Termulya, Tidak akan Bisa Terangkat jika ia Kafir kepada Allah Subhaanahu WaTa'ala.

Hal itu juga Menunjukkan bahwa Hidayah dan Ampunan hanyalah Milik Allah semata.

=====================

Dikutip dari Buku "Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat." Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.


Via: WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`




=====================

Dan sudah menjadi kewajiban kita untuk berbakti kepada orang tua, baik ketika mereka hidup maupun sudah meninggal dunia. Doakan mereka dalam setiap munajat kita kepada Allah Ta'ala.


Doa untuk kedua orang tua.  Via: https://zulkarnain.wordpress.com/2015/12/20





-------Jakarta, 10 Februari 2016-------
ba'da dzuhur

Belum punya 'pengawal'

Posted by Nis |

Bismillah.
Segala puji milik Allah Ta’ala.


Sedikit cerita saat kemarin saya pulang dari rumah kakak saya daerah Jakarta Utara. Ahad malam, tepatnya tanggal 17/1/16.  Hari itu saya sampai di sana sekitar ba’da ashar. Biasa, kalau saya ke sana paling minta makan, minta jajan, ngobrol bentar, pulang deh. Nah, berhubung waktu sudah jam 8 malam, saya putuskan untuk pulang ke kos-an. Nah waktu itu kebetulan di dekat saya parkir motor, lagi ada Pak Rt dan tetangga (seorang bapak2 yang saya kenal tapi ndak tahu siapa namanya).


Bodyguard.  via: https://tipsonhowtostaysafeonline.wordpress.com/about/


Sebenarnya saya tidak terlalu akrab dengan tetangga2 kakak saya. Karena selama kurang lebih setahun-an saya tinggal sama kakak, sangat jarang saya berinteraksi sosial dengan para tetangga. Yah begitulah,, saya kurang ahli masalah interaksi sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. #eh.

Spesial dengan pak Rt, beliau itu seperti cctv di parkiran motor saya. Yang tidak bisa saya hindari untuk saling bertatap muka, dan bertegur sapa. Sekedar kata, “Pak Rt,.” Kemudian beliau tersenyum dan menjawab, “ya”, “ati2”, “berangkat”? de-se-be.

Malam itu, saya pun menyapa Pak Rt, seperti biasa. “Pak Rt..” sembari tersenyum meskipun tak nampak sempurna karena masker telah menutupi muka. Pak Rt tersenyum, “Eh, dimana sekarang..??”. Saya, “di kemayoran Pak..”. Bapak satunya ikut tersenyum, “sendirian aja,?!” tanya-nya. Saya gak ngeh. Pak Rt menimpali, “iya, sendirian aja gak ada yang ngawal.?! Udah ada yang ngawal belum??”.

Hadehh,,, itu pertanyaan maksudnya nyindir, atau mengingatkan, atau heran karena saya tidak seperti umumnya #remaja- putri yang selalu ada yang ngawal kemanapun pergi alias punya pacar, atau gebetan, atau yang semacamnya, atau apa-lah saya ndak tahu. Saya juga ndak tahu mesti jawab gimana. Masak iya saya jawab, “Mau dong, dikawal Pak Rt..”. Kalau bu Rt denger kan bisa berabe. :D

Ahirnya jurus ampuh mandraguna, refleks dan disengaja,, sembari senyum, “mari pak...”, tancap gas, buru2 kaburrrr. Di jalan saya mikirin jawaban untuk Pak Rt tadi, begitu banyak kemungkinan, mungkin saya belum siap, mungkin waktu belum tepat, mungkin pengawalnya lagi ngawal orang lain #heeh??#, dan jawabannya yang paling memungkinkan adalah: wallahu ta’ala a’lam.. 

Saya tidak merasa terganggu dengan pertanyaan itu. Cuman kepikiran sepanjang jalan menuju kos-an. Sampai kos-an juga masih kepikiran ternyata. Ah, bodo amat lah. #.


**Senyum adalah jawaban paling tepat dari segala pertanyaan, ketika jawaban tak ada di pikiran.


Kapan nikah?    via: http://zigzagzuki.blogspot.co.id/2015/06/30






-------Jakarta, 10 Februari 2016-------
meja kerja, 09;42

Sabtu, 16 Januari 2016

Ketika Bersedih

Posted by Nis |

Bismillah..
Puja dan puji milik Allah Ta’ala.


Banyak hal, banyak alasan, mengapa kesedihan itu menghinggap di hati. Kegagalan, kehilangan, kekurangan, kecemburuan, dan berbagai hal buruk lainnya bisa menjadi penyebab timbulnya kesedihan. Lantas, cara kita bersikap terhadap kesedihan tersebut akan menentukan apakah kesedihan itu menjadi cambuk untuk kita menuju kebaikan, ataukah menjadi penjara yang melumpuhkan hati dan jiwa kita hingga tiada mampu kita keluar dari kubangan kesedihan itu.


Sedih sendirian.  via: http://moammarewan.blogspot.co.id/2013/08/kesedihan-yang-tiada-kesudahan.html



---------------------------------------------------------------------------------------

TUHAN DAN KESEDIHAN



Tuhan,
Aku perlukan kekuatan
Tuk melakukan kebaikan

Kesedihan, akan semakin bertalu-talu memekikkan ketika ditulis, dirangkai dalam tangisan ataupun kau ungkapkan pada dunia. Dia seolah menari pada pelupuk matamu bahwa hanya dialah yang terbesar dalam semesta. Kau terhalang olehnya. Kau koyak olehnya. Kau terinjak-injak oleh wajahnya yang bengis.


Update status.   via: www.statusfbme.blogspot.com


Tangisan, membuatnya kian subur. Lalu ia sebarkan benihnya pada akalmu, tanganmu, lisanmu, kakimu... hingga sempurna kau terpasung dalam kesedihan. Dan dia terbahak, telah berhasil merenggut kehidupanmu.

Kau terlanjur telah mengumumkan kesedihanmu pada dunia. Jangan salahkan manusia jika mereka berlomba menjadi dalang hidupmu. Suaranya bersahutan saling mendikta, berkomentar, menghibur walau sebenarnya tak jarang hati semakin lara mendengar hiburan-hiburan itu----menguatkan, menasihati. Tidakkah suara manusia membuat kepalamu semakin sesak? Pada akhirnya kau pilih menyepi. Kau cari pelukan Tuhanmu. Tidak seperti manusia, yang ada waktunya merasa bosan oleh keluh kesahmu. Tapi Tuhan tidak.


Selamat tinggal kesedihan.  via: http://oliem.blogdetik.com


Selama kau terus berbicara pada-Nya selama itu pula Ia mendengarkan. Tak menyela. Tak membantah. Apa lagi menghakimimu.

Apakah ‘diam-Nya’ adalah bentuk ketidakpedulian? Bersabarlah teman, sebagaimana Dia pun sabar mendengarkan keluh kesahmu. Dia hanya ingin kau tuntaskan terlebih dahulu curahan hati yang pekat menggelayuti hatimu, segala teriakan dan rongrongan kesedihan yang membuatmu terpenjara, katakan semua gelisahmu pada-Nya.

Percayalah, ketika kau tergugu
Mengetuk kasih-sayang-Nya, ketika itu pula
Dia tengah memelukmu.


 Kembalikan kepada Sang Maha.  via: youtube.com


Bukankah ketika semuanya telah tercurahkan dalam tangisan ada kelegaan yang menyeruak di hatimu? Ya, itulah pelukan rahman-rahim-Nya. Dia-lah Allah, tujuan pulang jiwa-jiwa lelah. Pada-Nya beristirahat impian-impian yang nyaris putus asa. Sumber pengharapan hamba-Nya.

Apalah artinya kehidupan ketika tak lagi miliki harapan. Dan kau masih memiliki Tuhan Yang Maha Penyayang. Mintalah pada-Nya akan napas yang panjang untuk melewati segala terjal ini. Mintalah hati yang lapang pada-Nya, agar tak lantas sempit oleh kerikil kesedihan. Mintalah hati yang lembut, agar merasakan cinta-Nya yang menyemesta hingga tak lantas kecewa ketika cinta manusia tak berbalas. Mintalah kekuatan untuk tetap dapat tersenyum pada segala lara yang menari di hati, biar kau bersahabat dengannya dan menciptakan kepribadian kokoh penuh iman. Jangan lupa pula untuk meminta pada-Nya, agar wajah dan hati ini hanya menghadap pada-Nya, tak bosan mendekati-Nya, meminta-Nya, memuji-Nya, mencintai-Nya. Hanya kepada-Nya. Tidak kepada makhluk-Nya.


Meminta dengan kerendahan. via: http://selviceeel.blogspot.co.id/


Ketika kau telah mendapatkan hati yang kaya syukur dan lapang keikhlasan, bukan mustahil Allah gerakkan seluruh isi semesta ini untuk membahagiakanmu, juga mengabulkan permintaanmu.

Tuhanku,
Untuk mencintai-Mu
Ku perlukan pertolongan-Mu




Crayon Untuk Pelangi Sabarmu ---karena kesabaran perlu terus diteguhkan, ~Natisa
–penerbit; PT.elex media komputindo.









----------Jakarta, 16 Januari 2016----------
ba'da 'ashar 

Powered By Blogger
Powered By Blogger
Powered By Blogger