Senin, 08 Mei 2017

Pulkam, pilkada DKI, dan Isbal

Posted by Nis |

Bismillah.
Segala pujian milik Allah Ta’ala.

Beberapa waktu lalu saya pulang kampung, tepatnya tanggal 8 April 2017, kurang lebih jam 10 malam kereta api Progo jurusan Lempuyangan membawa saya dari stasiun Senen. Esok paginya kurang lebih jam 9 Alhamdulillah sudah di rumah dengan sehat, selamat tanpa kurang suatu apa pun.

Dandelion.    via: positivepeople.md

Kali ini saya akan cerita perihal pertelekomunikasian saya dengan Bokap yang rasanya jarang disorot dan dipublikasikan #halah. Secara emosional memang saya lebih dekat ke Ibu dibanding Bapak. Hmm, mungkin karena Bapak jarang di rumah, sehingga interaksi kami sangat2 minim sekali. Demikianlah keadaannya dari saya kecil, sehingga saya sebenarnya agak kurang menemukan figur ayah di dalam keluarga alias di rumah. *hiks.

Perihal cintanya pada keluarga, jangan ditanya. Nafkah hidup dari lahir hingga dewasa, siapa lagi yang menanggungnya kalau bukan beliau seorang. Sementara Ibu adalah seorang Ibu rumah tangga klasik. Tidak seperti ibu2 modern jaman sekarang yang juga aktif berpenghasilan, baik dari online shop atau usaha lainnya. Alhamdulillah Allah memberi kecukupan meski hanya Bapak yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Waktu kecil, saya dan kakak laki2 saya sering diceritakan dongeng sebelum tidur oleh Bapak. Kebanyakan tentang petualangan Kancil melawan rival2 nya (macan, buaya, keong, dll). Tak lupa kami juga dipijitin bergantian kadang hingga tak terasa saya ketiduran. Hhmmmmmmm... benar lah, tak ada kasih sayang tulus selain kasih sayangnya orang tua terhadap anak2nya.

Vote.     via: kaaffah.xyz 

Nah, pas pulang kemarin itu, pas banget moment panas2nya pemilihan gubernur Jakarta. Dari sekian kali diskusi, tahu lah saya kalau Ibu-Bapak kompakan memihak cagub pertahana, alias ohak. Tak ayal, setiap hari obrolan kami diwarnai pedebatan2 sengit perihal pemilu itu. “Palingo suk ie, menang ohak”, kata Bapak dengan pede nya. Saya,”yen nganti menang ohak yo podo duso kabeh sek mileh”. “lho,, ohak kie apek og,, mbrantas korupsi2,..”, kilah Bapak. Saya,”wong islam mah paling penting printahe gusti Allah, gak oleh milih pemimpin kafir,, pilih gusti Allah opo pilih ohak.?” #agak esmosi. Bapak,”alah wong Islam yo akeh dho korupsi, duit haji e dikorupsi,, padahal wong islam...”. Dalam hati, ‘hawh debat kusir ini ntar kalo diterusin, ora bakalan menang, ora enek gunane’. Saya pun diam, tidak menanggapi argumen2 Bapak yang terus berlanjut, entah sudah berapa lembar kertas F4 kalau diketik. Saya tinggal aja ke dapur, nengok Ibu masaknya sudah selesai apa belum. **anak geje, Ibuk’e masak bukannya bantuinnn..!  :D :D

Belum berhenti disitu yaw, debat cagub putaran terahir pun kami tak ketinggalan. Dengan excited alias antusias tinggi, ba’da Isya’ saya dan Bapak sudah stand by di depan kotak ajaib (tv) menyimak dengan seksama dan fokus tinggi. Tidak mau kalah, yang di tv perang argumen, saya dan bapak ikut2 eyel2an. Wkwkwkwk. Sementara Ibu sudah bobok cantik di peraduan.

Setiap paslon masing2 selesai saling tanggap menanggapi, saya dan Bapak bergantian menanggapi mereka. Sudah kaya’ timses aja lah kami nie. Wkwkwk. Tapi tetap saja di antara kami, Bapak memenangkan perdebatan. Karena pada ahirnya, saya udah kesel dan males njawab-i ndak ado ujungnya. Hawh,, lalu saya tersadar, dari siapa lah sebenarnya ngeyelan saya ini berasal. Ndak aneh saya orangnya keras kepala, ndak mau kalah, ngeyelan dll. Bapake juga begitu. :D :D

Pokoknya masalah perdebatan pilkada tersebut, sekali saya tanggapi, malah Bapak njawabnya puanjang, ndak bisa diselani, kalo terus ditanggapi 3hari 3malam ndak bakalan kelar. Masalahnya, partai pengusung ohak itu adalah favoritnya Bapak sejak jaman dahulu kala. Mau bagaimanapun, di mata beliau, partai tersebut dan segala tindak tanduknya selalu perfect, dan didukung 100%. Piye jal kalo sudah begitu?. Hhemmh. Senjata paling ampuh ya wes, cep,,diem.

Surga atau neraka?    via: semuakisahku - WordPress.com 

Saya sampai bingung, gimana lah jelasinnya ke Bapak. Kalau saat ini, pilihannya bukan sekedar tentang partai saja, masalah dunia. Lebih dari itu, ini masalah dunia-akhirat, dosa dan pahala, surga dan neraka. Perintah Allah itu mutlak. Pun sudah jelas dan gamblang diterangkan dalam kitabullah Al-Qur’an. Sampai bolak balik Utsdz.Khalid Basalamah juga ahir2 ini menjelaskan di setiap kajiannya, umat Islam itu tidak boleh mengambil pemimpin dari kalangan orang2 kafir. Mau ada sejuta alasan atau kebaikan di pihak kafir itu, pokoknya apa yang dikatan Allah, sami’na wa atha’na titik. Kalau Allah bilang tidak boleh, maka cukup itu alasan untuk tidak memilihnya.

Dalam diam, dalam sunyi dan haru yg menyeruak, dalam hati, saya berdoa kepada Allah agar mengampunkan Bapak, agar menunjuki beliau pada kebenaran dan jalan yang diridhaiNya.

Hmmmhhhhhh. Padahal tidak ikutan milih, kami heboh sendiri. Wkwkwkwk. Kepada mbak Wit yang punya hak milih, yang awalnya dia juga mendukung ohak, saya sudah berpesan. “Al-Quran sudah jelas2 tertulis, perintahnya Allah pemilik alam semesta ini, tidak boleh milih pemimpin kafir. Di dunia kelihatannya sepele, cuman masalah milih doang. Tapi nanti di akhirat yang berat”. Mbak Wit mengangguk2, katanya, “iya ya,,, nanti urusane sampe akhirat..”. Meskipun saya tidak melihat langsung saat dia memilih, insyaAllah, semoga Allah meneguhkan hatinya, meluluskannya dari ujian ini. Amiin.

Sudah masa tenang,, malam terahir kemarin saya dirumah, dipijiti Bapak. Biasa,, kaki, tangan, dan kepala. **durhakonyaaaa nih anak.! Ehmm., dalam lubuk hati saya yang paling dalam, sama sekali ndak ado niatan merendahkan orangtua dengan meminta kepada beliau. Apalagi dengan tujuan menyiksa atau niat jahat lainnya *hawwh. Karena tipe Bapak itu, beliau akan bangga bila merasa dibutuhkan oleh anak2nya. Jadi, kadang saya minta dikirimin pulsa,, atau kalau dirumah minta dipijitin. Karena itulah cara mengkomukasikan kasih sayang di antara kami. *alasuuuuuuuuuuuuun.!  ­­_Dih, gak percaya!!

Jangan Isbal.    via: Kaf Artwork


Berhubung besok saya caow lagi ke tanah perantauan Jakarta, Ibu mengingatkan untuk packing, baju nya mana aja yang mau dibawa. Bahas masalah baju Bapak yang kemarin saya belikan, “Beliin baju buat orang tua itu mbok ya jangan yang kayak begitu, kayak wong enom. Suk yen kang mu mulih rak dijaluk kui suk. (model dan coraknya memang style anak muda sih)”. Saya menyahut, “ya,, biar kayak anak muda lah. Biar keliatan muda. Mosok klambi warnane kui2 ae”. Ibu, “beliin ki yang warna putih, Bapakmu seneng warna putih”. Saya, “lha... kae ditumbasne warna putih njaluk sek model saiki jare Pak’e”. Bapak pun angkat suara, “yo,, sek putih, enek corak yo nggon ngarep kene sithik”, kata beliau menunjuk bagian dada beliau.

Lagi seru bahas masalah baju lebaran, baju koko, sarung dan celana panjang, sekonyong2 dari arah yang tidak saya duga dan sangka2, Bapak bilang, “celana itu haruse yang benar di atas polok (mata kaki)”. “Heahh??”, saya agak kaget terkejut gimana gitu. Bapak mengulang kata2nya itu tadi, “celana itu haruse yang benar di atas polok (mata kaki)”. Hati saya mak tratap, sementara yang keluar dari mulut, “iyo, lebihannya yang dibawah mata kaki kan tempate di neraka”. Bapak menceritakan kembali ilmu yang beliau dapat dari Kiayi beliau di Semarang, intinya mengenai isbal. Bahwa celana/sarung baik di dalam shalat maupun sehari2 harusnya di atas mata kaki. Di dalam hati saya serasa ada yang dingin2 mak nyusss,, “iyo,, yang suka dibilang cingkrang2 itu, padahal itu yang bener”, nyindir kasar. Pasalnya, duluuuu sekali ketika dakwah salaf pertama masuk di daerah kami, kebanyakan orang2 mencemoohnya. Astaghfirullah,, ampuni kami ya Allah. Bapak tersenyum mendengar ucapan saya tadi, “hehe,, iyo..”.

“Kalo perempuan, bajunya itu yang bener haruse gedeee, lebar.. kayak yang dipake bojone *u*i itu (tetangga). Tapi gak harus pake cadar”, lanjut Bapak. Giliran adab pakaian wanita, Bapak jelaskan juga dengan seksama. Yang bener ya kayak model baju cadar gitu2, tanpa harus pakai cadar. Intinya, modelnya sama seperti itu. Bukan yang ketat2, yang membentuk tubuh. Dalam hatiku teriak, “kyaaaaaaa.......   ya Allah...” #ala2 k-popers masa kini. 


Menutup aurat sesuai syariat.    via: http://www.pusatmodel.com


Pijitan di kaki dilama-lamain sama Bapak. Rupanya ceramah beliau belum selesai. Mengenai adab berpakaian rasanya sudah dua semester Bapak terangkan, masih ada lanjutannya lagi, “Orang sholat itu gak boleh seenaknya dewe, mentang2 waktunya lama. Haruse kalo denger adzan itu gek ndang2 sholat”. Nyindir kerasssss. Lanjut beliau, “kayak kamu itu, subuh tangi jam berapa?!” Whuahhh frontal guyssss. Saya reflek menangkis, “Lhaaa Bu’e gak bangunin,, kalau di Jakarta kan biasa pake alarm”. *Ahhahahah alasssun. _Dih, beneran yaw. Si Ibu merasa tersungging, menyahut, “halahhh,, udah dibangunin ping seket buntet angEl’e rajamak!!”. Bapak melanjutkan lagi ceramahnya, hingga tak terasa jarum jam beranjak dari satu angka ke angka di atasnya lagi. Kali ini saya dengarkan tanpa menyela. Sembari senyum2, dan menikmati rasa bahagia tiada tara melebihi bahagia nya pas gajian *eh.

Malam itu bener2 hati saya mak klunyum,, sangat gembira. Meskipun kaki saya agak panas2 nylekit karena Bapak nuangin freshcare nya berulang2 kali dan mijitnya lama sekali. Pegel2 yang menumpuk 4 bulan ini hilang seketika (terahir dipijit pas pulang bulan Desember). Mijitnya pake minyak freshcare?? _ya, soalnya minyak kayu putih dan minyak kapaknya pas habis.

Hhmmmm,,,, kau kabulkan doa’aku ya Allah.... alhamdulillah..... alhamdulillah... allhamdulillah... Tunjukilah kedua orangtuaku cahaya menuju jalan-Mu yang lurus. Senantiasa berikanlah kami hidayah,,. Berikanlah kepadaku dan Ibu Bapak ku surga Firdaus-Mu ya Allah.... amiiin.

So, jangan pernah meremehkan kekuatan do’a,,, sodara-sodara. :D   :D   :D.


Hawwwhhhhhhh,,, jadi baperr,, pengin pulang lagi... *hiks... 



Birrul walidayn.    via: https://www.slideshare.net







-------Jakarta, 8 Mei 2017-------
di meja kerja

Sabtu, 25 Februari 2017

Rahasia SUKSES dan DICINTA *oleh ALLAH TA'ALA part.1

Posted by Nis |

Bismillah.
Segala puji milik Allah Ta’ala.

Tidak ada sukses yang lebih sukses dari suksesnya orang yang berhasil melewati sirath sehingga mendapatkan surga. Pun tidak ada cinta yang lebih berharga daripada cinta Allah Ta’ala. Mengapa kesuksesan dan kecintaan itu senantiasa menjadi tujuan umat manusia? Orang yang sukses perihal keduniaan, pastinya berbagai kemudahan bisa didapat. Misal punya mobil, kemana2 lebih enak tidak merasakan capeknya jalan kaki atau mabok naik turun angkot. Punya banyak duit, maka menjadi mudah lah dalam memenuhi kebutuhan hidup. Katanya, ‘asal punya duit mah, semua bisa diatur’.

Syuksess ya say... :D   via: http://armanalfarisi.blogspot.co.id/2012_03_01_archive.html

Nah kalau dicintai (perhatikan! Cinta bisa dalam arti luas), misal kita dicintai petugas perpus kampus, maka ada kemudahan2 perihal peminjaman buku atau masuk ke area perpus online meskipun tidak membawa KTM. *pengalaman :D. Atau jikalau kita dicintai dosen yang kebetulan jadi pembimbing TA/skripsi, maka pastinya ada kemudahan2 spesial untuk kita dalam proses menuntaskannya pun ketika ujian pendadarannya. *pengalamanjuga :D. Atau dicintai bapak2 penjual sayur, bisa mendapat diskon sekaligus bonus saat bertransaksi. *pengalaman lagi :D :D. Atau kalau dicintai calon mertua, maka... wkwkwwk *yang ini belum pengalaman  :D :D ;D. ##hidupku penuh cintaaa...... alhamdulillah.

Demikianlah contoh-contoh keuntungan yang diperoleh bila seseorang sukses dan dicintai manusia.

Sedangkan bila ditilik sukses dan dicintai Allah dalam perspektif akhirat = SURGA. Kecintaan Allah ibarat adalah makanan pokoknya hati. Maka dengan cinta Allah itulah hati menjadi sehat, kuat, tak mudah terperangkap oleh jaring2 syaiton laknatullah ‘alaih. Sementara hati yang kosong dari cinta Allah, seperti ruang tanpa cahaya, gelap gulita. Tidak tenang, tak tahu arah, yang ada kadang bisa terjadi kita tanpa sengaja melukai diri sendiri.

Kecintaan Allah lebih agung dari pengakuan cinta kita kepada Nya.

Ciri-ciri / tanda orang yang dicintai Allah Ta’ala:
*1) Mengikuti Tuntunan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Dalil; QS. Al-Anfal: 24

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ  

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu[605], ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya[606] dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”

[605] Maksudnya: menyeru kamu berperang untuk meninggikan kalimat Allah yang dapat membinasakan musuh serta menghidupkan Islam dan muslimin. juga berarti menyeru kamu kepada iman, petunjuk Jihad dan segala yang ada hubungannya dengan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
[606] Maksudnya: Allah-lah yang menguasai hati manusia.


Ikuti seruanNya.    via: http://www.av-iq.com/

Kalimat ‘wahai orang2 yang beriman’, adalah panggilan untuk 2 hal: 1.Perintah, 2.Larangan. Dalam ayat di atas, Allah menyuruh alias memberikan perintah yangmana apabila kita melaksanakan perintahNya tentulah kita termasuk kriteria makna dari orang2 bertakwa. Dan dengan kita bertakwa, ostomastis Allah akan cinta kepada kita *amiiin. Lalu, perintah-Nya.?? Di atas disebutkan untuk memenuhi seruan Allah dan Rasulullah. Kata sambung ‘dan’ bermakna sejajar. Berarti bersamaan kita harus mengikuti Allah, mengikuti pula Rasulullah. Pun dari Rasulullah, pada dasarnya adalah dari Allah juga.

Salah satu makna sunnah yaitu; Setiap yang disandarkan kepada Rasulullah, baik ucapan, perbuatan, akhlak, sifat, perilaku, dll. Seluruh cara Rasulullah.

‘Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat’.
(HR. Bukhari)

Kalau bisa, benar2 mencontoh segala yang ada pada Beliau.


QS.Ali Imran: 31

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sudah gamblang bagaimana Allah ingin melihat bukti cinta kita kepada-Nya, yaitu dengan mengikuti Rasulullah. Yang menyakitkan dari cinta kepada manusia, bahwa kadang cinta sepenuh hati kita tak terbalaskan. Sungguh sakiiiiit rasanya hati hancur berkeping2, menjadi kepingan debu. Wes tak terlukiskan lah rasanya seperti apa. Tapi mungkin lebih sakit yang di php-in kayaknya. Sudah siap2 pengin khitbah, eh malah dapat undangan nikah. Innalillahi banget ya Allah. Piye jal kalo begitu itu. Padahal... Setoppp.!!!! *malah bahas opo lah iki.!! Kebanyakan nonton drama korea :D


Cinta oh cinta...   via: https://www.youtube.com/watch?v=Vp85NO3dww0


Nah, tak perlu hawatir lah kalau sama Allah Ta’ala mah. Gak bakalan ada ceritanya cinta bertepuk sebelah mata *eh,tangan,, macam di sinetron dan drama2. Hadits panjang di bawah ini akan menjelaskannya.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat *redaksi lain dengan berlari.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675). Sumber

MaasyaAllah... Betapa so sweetnya Allah Ta’ala. Meleleh hati adek membacanya. :D



*2) Berlemah lembut kepada orang-orang yang beriman, keras kepada orang2 kuffar.


Saling berbuat baik menyuburkan cinta....    via: http://adjiesilarus.com/berbuat-baik-untuk-hidup-bahagia/



Qs.Al Maidah: 54

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ   

“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.”

Murtad yaitu keluar dari agama Allah. Yang sebelumnya ia beriman, entah mungkin dengan berbagai sebab, hingga seseorang itu menyatakan dengan sadar bahwa dirinya mengingkari Allah Ta’ala. Wal iyyadzubillah. Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita tetap dalam keimanan hingga maut menjelang. Amiiin. Sungguh amat besar kerugian orang yang meninggalkan agama Allah hanya untuk kesenangan dunia yang amat sangat keciiiiilllll dan sesaat. Sering kita jumpai, adanya muslimah yang rela berpindah agama demi dinikahi oleh pasangannya yang berbeda keyakinan. Atau saudara2 muslim kita yang kurang mampu lantas rela menukar agamanya demi kebutuhan pokok sehari2, pakaian, dan secuil harta yang ditawarkan misionaris yang memang membidik kalangan seperti mereka. Kalau dibahas bisa panjang. :D

Nah, kaitannya terhadap orang2 yang murtad, Allah sama sekali tidak rugi, Islam tak pula kehilangan kemuliaannya. Mudah bagi Allah untuk mendatangkan ganti dari mereka, dengan orang2 yang kualitasnya malah jauh lebih melampaui  mereka. Yang mencintai dan dicintai Allah. Ayat di atas dengan rinci menyebutkan kriteria orang2 tersebut. Salah satunya yang berlemah lembut kepada sesama muslim, sementara kepada orang kafir ia keras.

Mari kita simak hadits perumpamaan2 indah orang2 yang beriman;

“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” 
[Shahih Muslim No.4684] Sumber 

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” 
[HR. Muslim] Sumber 


Persaudaraan sejati.    via: http://www.ululalbabradio.com/2016/12/hakikat-persaudaraan-muslim-yang.html


Coba, kalau misal pas tangan kita tak sengaja tersayat. Berdarah. Apa tindakan anggota tubuh kita yang lain? Apa mungkin si lidah kita berkata, ‘eh, berdarah’, wes gitu tok habis itu diem. Anggota tubuh yang lain juga diem saja. Lagi asik kerja input voucher, tangan kirinya berdarah tak sengaja nyenggol cuter. Tahu si tangan terluka apakah dibiarkan saja, lanjut input. Darah netes2 perih di cuekin. Yo gak lah ya. Pasti terus pada tanggap. Kaki melangkah ke wastafel, tangan satunya mbasuh darah, ambil obat merah sama plaster luka, diobatin, mata memperhatikan seksama lukanya, mulut meniup2 biar cepet kering, mengupayakan bagaimana caranya agar luka tersebut cepet sembuh. Demikianlah seharusnya interaksi sesama muslim. Bila satu orang sedang kesusahan, yang lain ikut merasakan, mengusahakan bagaimana beban saudaranya menjadi ringan.

Contoh kisah yang fenomenal yaitu persaudaraan kaum Ansor dengan Muhajirin. Dikisahkan pada waktu itu Aburrahman bin ‘Auf hijrah ke Madinah meninggalkan harta dan keluarga, sebagaimana yang lainnya. Tiba di Madinah, tanggapan penduduk Madinah maasyaAllah sedemikian luarbiasa. Salah seorang berkata, “aku punya istri 3, pilihlah yang paling engkau sukai, maka aku akan menceraikannya untukmu”. Yang lainnya, “aku punya kebun banyak, ambillah satu untukmu”. Banyak lagi yang lainnya menawarkan harta yang mereka punya untuk dibagi dengan kaun Muhajirin dari Makkah. Pada akhirnya Abdurrahman bin ‘Auf hanya meminta untuk ditunjukkan dimana letak pasar. Subhanallah.



*3) Berjihad di jalan Allah (dalam arti luas).
Jihad (bahasa Arab: جهاد) menurut syariat Islam adalah berjuang dengan sungguh-sungguh. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din (atau bisa diartikan sebagai agama) Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Sumber; https://id.wikipedia.org/wiki/Jihad

Jihad ada berbagai macam, diantaranya;
Melawan Syaithan. Yaitu memerangi bisikan2nya untuk melakukan kemaksiatan. Karena tugas utama syaithan adalah menjerumuskan manusia ke dalam dosa hingga kelak menjadi temannya di neraka. Na’udzubillah.


Melawan orang2 kafir -> dengan kriteria dan waktu yang tepat.

Ka-fa-ra.   via: http://www.republika.co.id/berita/


“\... dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).” (QS Al An’am: 151)

Maksud dari ‘sesuatu sebab yang benar’ yaitu yang dibenarkan oleh syara' seperti qishash membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya. Termasuk dalam membunuh orang kafir, ada ilmunya. Tidak sembarangan, tidak pula serampangan. Tiap ketemu orang kafir, langsung dibunuh. Tidak boleh seperti itu. Harus benar2 belajar dengan ilmu yang haq, sehingga paham benarnya bagaimana.

Para ulama membagi orang kafir menjadi tiga kategori:
1. Orang kafir harbi (al-muhâribîn)
2. Orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum Muslimin (ahlu al-‘ahd)
3. Orang kafir ahlu dzimmah (adz-dzimmi)

Penjelasan dari kategori di atas bisa dibaca di: https://almanhaj.or.id/2569-apakah-semua-orang-kafir-sama.html


Melawan hawa nafsu.
Jihad melawan hawa nafsu, yaitu nafsu yang negatif. Jangan sampai mengira nafsu makan juga harus diperangi. Apalagi nafsu makan anak. Malah banyak orang tua bingung bagaimana cara agar meningkatkan nafsu makan anak, agar sehat, tidak lemesan, cerdas, lincah, dsb.


Hawa nafsu negatif yang dimaksud bisa berarti nafsu ketika marah. Rasulullah mewasiatkan khusus untuk melawan marah. Yaitu dalam hadits; Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri]. Sumber


Nafsu mengejar dunia juga harus dikendalikan. Keinginan memiliki harta yang tak pernah berbatas. Pengin ini, pengin itu, pengin semuanya. Satu terpenuhi, muncul keinginan lainnya. Tak pernah puas. Kembalikan lagi bahwa dunia hanyalah kesenangan yang sementara. Hakekat kesenangan yang sesungguhnya dan abadi selamanya yaitu surga-Nya Allah Ta’ala. Banyak lagi nafsu2 negatif lain, semoga kita diberikan kekuatan dalam melawannya.





Masjid Ar-Rahmat – Slipi, 18/2/17
Ust. Muhsan S.
dengan beberapa penyesuaian :D

.....~Bersambung    :D 


Baca Juga:











-------Jakarta, 25 Februari 2017-------
menanti Dzuhur

Kamis, 26 Januari 2017

MEMAKNA BERKAH / BAROKAH, mewasapada ISTIDRAJ

Posted by Nis |

Bismillah...
Segala puji kepunyaan Allah Ta’ala wa Jalla.

Tidak seperti hari Sabtu sebelumnya, Allah mencurahkan karunia-Nya di sepanjang perjalanan menuju masjid Ar-Rahmat, Slipi. Yaitu berupa rintik gerimis nan romantis. Mungkin sungguhan so suwitt bagi sejoli (halal) yang boncengan motor bertujan hendak menuntut ilmu syar’i. Yang dibonceng semakin erat berpegang, yang di depan senyam-senyum girang. Wkwk,, terlalu berimajinasi,, baper nis?!. Ehhem., pekan kemarin Alhamdulillah ditemani oleh Catur Asmorowati yang memang mengagendakan diri berkunjung jauh2 dari bekasi, untuk diskusi masalah mata kuliah yang sedang beliau tekuni yaitu akuntansi. Sekalian saja pagi nya saya ajakin ngaji. Sedangkan Sabtu ini, sendiri. Sendiri lagi... seperti dahulu... #kayak lirik lagu. :D

Jadwal pagi ini adalah kajian oleh Ustadz Abu Haidar As Sundawi hafidzahullah. Qodarullah, ternyata beliau berhalangan. Sehingga digantikan oleh entah ustadz siapa, saya tidak tahu namanya. Semoga Allah merahmati beliau. Yang terpenting, ilmu yang beliau sampaikan, yang berikut ini saya bagikan.

Semoga bermanfaat.


----------------------

Barokah.    via: https://beritaakumuslim.blogspot.co.id/2016/09/hidup-barokah.html


AL BAROKAH = Tetapnya kebaikan Illahi pada sesuatu. = Banyaknya kebaikan, tetapnya kebaikan, dan bertambahnya kebaikan. Makanya danau, dalam bahasa Arab dinamakan birkah karena airnya tetap, dan banyak.

Seringkali orang menakar kekayaan dengan takaran harta. Rasulullah shallallahu ‘alihi wassalam bersabda, "Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dia telah memiliki dunia seisinya." (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani) sumber: http://muslim.or.id/6286-orang-yang-paling-kaya.html



At-Taubah: 55,
Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir. Sumber : http://www.tafsir.web.id



Al-An’am: 44,

 $£Jn=sù (#qÝ¡nS $tB (#rãÅe2èŒ ¾ÏmÎ/ $oYóstFsù óOÎgøŠn=tæ z>ºuqö/r& Èe@à2 >äó_x« #Ó¨Lym #sŒÎ) (#qãm̍sù !$yJÎ/ (#þqè?ré& Nßg»tRõ‹s{r& ZptGøót/ #sŒÎ*sù Nèd tbqÝ¡Î=ö7•B ÇÍÍÈ  

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”. Via: http://tafsirq.com/6-Al-An'am/ayat-44


Seperti itu.      via: http://www.imgrum.net/user/ukhti.diaries




Istidraj = Allah menarik perlahan-lahan seseorang pada kebinasaan. ‘jika engkau melihat Allah memberikan nikmat yang banyak pada seseorang, sedangkan ia dalam kemaksiatan, maka itu adalah istidraj’. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

So, tak perlu envy ketika melihat orang lain yang jauh dari Allah, malas beribadah, kalau dikasih nasehat malah membantah, maksiat jadi gaya hidup keseharian malah, tapi bisa hidupnya mewah, banyak sawah, harta berlimpah. Itu bukanlah berkah, tapi adzab yang tersamarkan,, waiyyadzubillah.



Al-Anfaal: 53.

y7Ï9ºsŒ  cr'Î/ ©!$# öNs9 à7tƒ #ZŽÉitóãB ºpyJ÷èÏoR $ygyJyè÷Rr& 4’n?tã BQöqs% 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/   žcr&ur ©!$# ìì‹ÏJy™ ÒOŠÎ=tæ ÇÎÌÈ  

“Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”


Allah tidak akan merubah nikmat suatu kaum kecuali mereka merubah apa-apa pada mereka. Sehingga nikmat bisa berubah seketika menjadi musibah. Dan bagi Allah, hal itu sangatlah mudah. Misal, sudah diberikan alis tebal, sehat, indah, malah dikerok, ditipis-tipiskan, atau malah dihabisin diganti dengan tato. Selesai ditato, 2 hari setelahnya  eh bekas tatonya menjadi bengkak, berdarah, jadi sakit ndak sembuh2. Na’udzubillah. Atau sudah diberikan harta yang buanyak, tiba-tiba saja memenangkan perlombaan yang tidak disangka-sangka. Bukannya disedekahkan dulu, dibelikan apa gitu untuk keluarganya, malah dipakai taruhan judi karena tergiur untung yang berlipat-lipat. Habis lah itu harta dengan sia-sia, ditambah lagi kena serangan jantung karena syok. Astagfirullah...

Nikmat yang harusnya kita syukuri, kita rasakan,, menjadi bencana akibat ulah kita sendiri. Rambu-rambu syariat itu bukan seperti rambu2 lalu lintas yang kalau dilanggar dan kena tangkep masih bisa nego dengan pak polisi. Lha kalau rambu2 larangan Allah yang dilanggar, mau nego begimana,,!!

Semoga kita dijauhkan dari yang demikian. Amiin ya Allah.



Berdoa agar diberikan keberkahan

Dari Ibnu Abbas, Rsulullah pernah bersabda, ‘Pernah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berziarah ke tempat putranya (Nabi Ismail) tapi tidak bertemu, hanya bertemu dengan istrinya. Beliau bertanya, ‘apa makanan dan minuman kalian?’ Jawab istri Nabi Ismail, ‘makanan kami adalah daging, minuman kami adalah air’. Nabi Ibrahim pun berdoa, ‘Ya Allah berkahilah makanan dan minuman mereka. (HR. Bukhari).

Berdoa meminta keberkahan adalah sunnah, dicontohkan oleh Rasulullah. Yaitu seperti dalam doa untuk pengantin, dan doa ketika diberi makan (ditraktir). Tahu dong lagunya Maher Zain-Barokallah. :D


Doa untuk pengantin.

Doa untuk pengantin.  via: http://www.riaspengantinbogor.com/2015/03/doa-untuk-pengantin-baru.html

“Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi pernikahanmu, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan” Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2130), at-Tirmidzi (no. 1091), Ahmad (II/381), Ibnu Majah (no. 1905), al-Hakim (II/183) dan al-Baihaqi (VII/148), dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Sumber: https://almanhaj.or.id/3229-walimatul-urus-pesta-pernikahan.html



Doa ketika diberi makan/ditraktir.

Ketika ada teman kita yang berbaik hati memberi traktiran, atau mengundang kita makan di rumahnya, atau kalau saya biasanya dikasih makanan sama mama Panda yang baik hati dan peduli dengan nasib anak kos seperti saya :D, atau pokoknya yang kita makan gratisan, alangkah baiknya mendoakan orang yang mentraktir kita tersebut dengan doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah seperti di bawah ini. Meskipun demikian, diperbolehkan juga mendoakan keberkahan dengan lafal yang berbeda.

Doa traktiran.   via: https://aanmullquria.wordpress.com/2016/01/02/doa-tamu-untuk-orang-yang-menjamu-makan/ 

“Ya Allah, berkahilah apa-apa yang Engkau karuniakan kepada mereka, ampunilah mereka dan sayangilah mereka.” Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2042), at-Tirmidzi (no. 3576), Abu Dawud (no. 3729), dari ‘Abdullah bin Busr radhiyallaahu ‘anhu. Sumber: https://almanhaj.or.id/3229-walimatul-urus-pesta-pernikahan.html

Kalau kepada orang yang mentraktir atau menjamu makan kepada kita sekali saja, kita disuruh untuk mendoakan yang sedemikian maasyaAllah doanya, apalagi kepada yang mentraktir kita puluhan tahun bahkan sebelum kita lahir (orangtua). Jangan lupa untuk selalu mendoakan mereka, berbakti kepada keduanya. #Ah, jadi kangen emak. :D



KUNCI KEBERKAHAN adalah TAQWA

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3).

Ayat di atas sering disebut sebagai ayat 1000 dinar, pasalnya ayat tersebut menjelaskan mengenai kunci dari segala permasalah rumit manusia, baik itu problematika kehidupan dan juga utamanya adalah problematika keuangan. Itulah dia TAQWA. Definisi paling sederhana dari takwa, yaitu melaksanakan segala perintah Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Pokoknya di waktu2 yang kita sedang kepepet, kemudian terbuka di hadapan kita jalan pintas yang haram meliuk-liuk menggoda kita. Pada saat itu lah takwa yang sebenar2 taqwa sedang diuji. Memilih tetap taqwa maka sudah jelas imbalannya, yaitu dibukakan jalan dari arah yang tak disangka2. Atau melanggarnya yang mungkin melepaskan kita dari masalah tapi hanya sementara, lepas itu Allah murka.


Jomblo yang bertaqwa.  :D :D    via: https://mulpix.com/instagram/ta_aruf.html




Bagaimana agar harta menjadi barakah,? Taqwa dalam hal harta?

*)mendapatkannya dengan cara yang halal. ‘barangsiapa yang mengambil suatu harta dengan haknya, maka dia akan diberkahi dalam harta tersebut. Sedangkan barangsiapa yang mengambil suatu harta tanpa haknya, maka Allah menjadikannya seperti orang yang terus makan dan tidak pernah kenyang (tidak pernah merasa cukup)’. HR.Muslim.

Mengambil harta orang lain dengan hak kita, yaitu dengan cara jual-beli, sewa, dll. Kita membeli sesuatu dari orang lain itu kan sama dengan kita mengambil barangnya, tapi sudah sah. Sedangkan mengambil harta orang lain tanpa hak kita, misal dengan cara mencuri, merampas, patok di sawah dilebar2in sehingga menyaplok sawah orang lain, dll.

Al-Baqarah: 169, perintah untuk makan dari yang halal.
Al-Baqarah: 176, ancaman tentang Allah akan menghancurkan harta haram.

Bagaimana cara Allah menghancurkan:
a.Menghancurkan fisik dari harta tersebut. Misal; terjadinya musibah kebakaran, kerampokan, sakit yang mengakibatkan seluruh hartanya habis untuk biaya berobat, dll.

b.Dengan meniadakan keberkahannya; secara fisik ada, tapi harta tersebut semakin menjauhkan dari Allah Ta’ala. Tanda paling besar bahwa harta itu barokah; harta tersebut semakin mendekatkan diri kepada Allah. Maka gunakan harta untuk ibadah, sesuai dengan keinginan Sang Pemilik hakiki harta itu.

*)membelanjakan harta di jalan yang Allah ridhai. Orang yang berharta mendapatkan kesempatan untuk lebih mulia di sisi Allah dengan hartanya; Haji, sedekah, infaq, memerdekakan budak, dll. Jangan sampai banyaknya harta menjadikan kita lalai dengan amalan2 untuk akhirat, jangan dibelanjakan hanya untuk kebutuhan dunia yang tak pernah akan ada habisnya.


Banyak harta,, banyak amal !!    via: http://www.imgrum.net/user/tadabburdaily




Semakin kaya, hendaknya semakin mulia di sisi Allah Ta’ala.



Sebuah hadits mengisahkan bagaimana para sahabat dari kalangan fakir di jaman Rasulullah mengadu bahwa mereka iri kepada saudara2 yang kaya karena amalan orang kaya bisa lebih unggul daripada yang kurang kaya. Yang dimaksud tentunya adalah amalan yang untuk melakukannya harus menggunakan harta; infaq, membebaskan budak, berhaji, menyantuni fakir miskin, dll. Kemudian Rasulullah mengajarkan amalan yang setara dengan amalan orang kaya, yaitu dzikir tasbih, tahmid, dan takbir masing2 33 kali selesai shalat. Para sahabat pun pulang dan mengamalkan apa yang diajarkan Rasulullah tersebut. Beberapa hari kemudian datang lagi mereka ini, mengadu lagi bahwa saudara2 yang orang kaya telah mendengar mengenai amalan tersebut, dan mereka juga mengamalkannya. Maksud hati ingin menyamai amalan orang kaya, ternyata masih saja kalah dari mereka. Rasulullah pun menjawab bahwa itu adalah karunia Allah untuk orang2 kaya yang Dia kehendaki. Demikianlah, Allah memberikan kelebihan pada orang kaya yaitu amalan yang tidak bisa dilakukan jika tidak punya harta.


SEBAIK-BAIK HARTA ADALAH HARTA YANG BERADA DI TANGAN ORANG-ORANG SHALEH (HR. AHMAD)


Harta yang barokah, adalah harta yang dengannya kita merasa berkecukupan (berapapun jumlahnya), tenang dan tentram di hati, serta semakin mendekatkan diri kita pada Allahu Rabbi.


Saya pernah dengar ceramah, seorang ustadz entah siapa pernah berkata.. ‘mungkin selagi lajang, gaji kita 3juta rasanya masih kurang, kadang sampai berhutang. Tapi begitu menikah, gaji 3,5 juta, kecukupan, bisa nabung malah. Itulah yang namanya berkah.’   :D


Demikian lah isi kajian hari ini, dengan beberapa tambahan. Semoga bermanfaat, semoga Allah memberkahi dan merahmati kita semua, serta kita dijauhkan dari segala hal yang karenanya Allah murka.

Barakallahu fiikum, kita tutup dengan hamdalah. Alhamdulillahirobbil’alamiin.




Yuk sedekah.    via: https://lancarrezeki.blogspot.co.id









-------Jakarta, 26 Januari 2017-------
menanti Dzuhur 

Powered By Blogger
Powered By Blogger
Powered By Blogger